Menanti Pengganti Rosberg di Tim Mercedes

LONDON – Jika tidak ada perubahan janji Mercedes akan mengumumkan pembalap pengganti Nico Rosberg dalam waktu dekat. Berita ini akan menjadi pembuka kalender balap Formula 1 2017 yang akan ikut membentuk wajah persaingan perebutan gelar juara dunia tahun ini.

Kabar yang sudah berkembang dan tinggal menunggu kepastian adalah hadirnya Valtteri Bottas sebagai rekan satu tim Lewis Hamilton. Kunjungan pembalap Finlandia itu ke markas tim Silver Arrows jelang Natal semakin menunjukkan bahwa deal sudah terjadi dan hanya tinggal menunggu liburan tahun baru kelar untuk diumumkan kepada publik.

Karena kabarnya, kehadiran pembalap Williams tersebut tak hanya berkunjung tapi juga mengukur posisi duduk di kokpit mobil baru Mercedes. Seperti pernah dikatakan F1 Supremo Bernie Ecclestone, jika benar Bottas yang akan mendampingi Hamilton musim 2017, para fans F1 harus bersiap menyaksikan balapan demi balapan yang membosankan.

Juara dunia tiga kali tersebut akan sangat mendominasi karena tak akan mendapat perlawanan berarti dari pembalap yang seharusnya memberikan tekanan di atas mobil dengan level sama.

Ecclestone barus percaya jika pembalap dengan skill mumpuni seperti Sebastian Vettal, Fernando Alonso, atau setidaknya si bengal Max Verstappen yang mampu menekan Hamilton dengan modal mobil terbaik saat ini.

”Mereka (Mercedes) akan memasuki musim ini sebagai favorit juara. Mereka telah memenangi gelar juara dunia tiga kali beruntun, 50 balapan dalam tiga tahun terakhir,” aku Bos Red Bull Christian Horner dilansir Autosport. ”Kami hanya berharap bisa mendekatkan jarak dengan mereka,” tandasnya.

Dengan peluang emas yang tiba-tiba datang menghampirinya, Bottas justru punya kesempatan untuk membalikkan prediksi banyak kalangan, termasuk Ecclestone. Jika dia mampu mendapatkan mobil bagus, seperti yang didapatnya di Williams 2015 silam, finis di posisi kelima klasemen akhir pembalap. Dua kali finis di podium, enam kali finis lima besar, dan tiga kali mengakhiri lomba di tempat keempat.

Atau seperti di musim 2014 dimana dia sukses finis keempat di akhir musim. Berdiri di podium runner up sampai dua kali, podium terakhir empat kali, dan tiga kali finis lima besar. ”Aku yakin bisa menang jika mendapatkan mobil yang bersaing,” ucap Bottas.

Jika Bottas mampu bertarung sengit dengan Hamilton, dia bakal meneruskan tradisi hebat pembalap-pembalap Finlandia di ajang F1 seperti Keke Rosberg, Mika Hakkinen, dan Kimi Raikkonen.

Dengan usianya yang menginjak 27 tahun pembalap asal Nastola itu menjadi kombinasi menarik bagi Hamilton. Muda dan berpengalaman. Dari 78 kali start Bottas belum sekalipun juara. Tentu dia tidak akan menyia-nyiakan peluang ketika mengendarai mobil terbaik. Dengan lebih memilih Bottas ketimbang Alonso, Vettel, atau Carlos Sainz, Mercedes akan diuntungkan dengan pengalamannya mengendarai mesin Mercedes.

”(Mobil 2017) jauh lebih cepat di tikungan, aku suka,” ungkap Bottas yang sudah beberapa kali menjajal performa mobil baru dengan simulator Williams dikutip Motorsport. Traksi lebih besar, cengkeraman ban lebih kuat, dan downforce-nya sangat bagus.

Bottas percaya dengan bentuk mobil dan ban yang lebih besar, dia tak perlu mengubah gaya membalapnya. Hanya saja, yang perlu ditambah adalah ketahanan fisik di atas mobil. Karena mobil 2017 membutuhkan kekuatan fisik lebih untuk tetap bertahan menghadapi G-Force yang besar. ”Di simulator rasanya sama, tapi yang pasti akan lebih menantang dalam hal fisik,” terangnya.

Tantangan lainnya adalah menjaga usia ban saat lomba. Dengan profil lebih lebar maka butuh tenaga lebih besar saat mobil keluar dari tikungan. Itu akan membuat kinerja ban sangat berat.

No Comments

Leave your comment