Ini Pembelian Terburuk Liga Premier Inggris di Bursa Transfer Musim Dingin

LONDON – Setiap tim di Eropa, khususnya Liga Premier Inggris, memperkuat tim guna mengikuti mengikuti kompetisi tak hanya dilakukan saat bursa transfer musim panas. Para klub itu juga selalu menambah kekuatan di bursa transfer musim dingin yang berlangsung selama bulan Januari.

Di balik aktivitas pembelian atau peminjaman pemain itu, ternyata ada beberapa pemain yang bisa dibilang tidak mampu berkontribusi secara maksimal. Para penggawa itu malahan menjadi pembelian terburuk di bursa Januari karena penampilannya sangat mengecewakan.

Nama pertama yang tentunya sangat diingat adalah Andy Carrol. Striker ini diboyong oleh Kenny Dalgish senilai £ 28,7 juta dari Newcastle United dibursa transfer Januari 2011 dan menjadikannya sebagai striker Liverpool termahal dalam sejarah.

Ini adalah upaya Dalgish untuk menggantikan sosok Fernando Torres yang hijrah ke Chelsea. Sayang, pada bulan Maret ia didekap cedera dan hanya mencetak 2 gol dalam musim pertamanya. Di musim berikutnya ia hanya mampu melesakkan 9 gol dari 47 penampilan yang akhirnya dijual oleh Brendan Rodgers ke West Ham United senilai £ 12.250.000.

Masalah cedera juga membatasi karir Carroll di West Ham namun akhirnya striker tinggi ini berhasil berjuang kembali sehingga dapat tampil lebih bugar dari biasanya.

Padahal, sebelum pindah ke Liverpool, Carroll merupakan bintang tim Newcastle United.

Nama berikutnya berasal dari Chelsea Juan Cuadrado. Ia merupakan pemain asli binaan akademi Independiente Medelli. Kariernya di Serie A dimulai ketika bergabung dengan Udinese pada 2009. Pemain berpostur 178 cm itu juga sempat dipinjamkan ke Lecce pada 2011-2012.

Penampilan apiknya membuat Fiornetina akhirnya meminang Cuadrado pada 2012. Selama berseragam La Viola, Cuadrado sukses mencatatkan 106 penampilan dan mencetak 26 gol.

Hal itulah yang melatarbelakangi Chelsea merekrutnya pada Januari 2014 ditebus oleh The Blues dengan harga €31 juta. Sayang, selama bergabung dengan Si Biru, Cuadrado gagal bersaing dan hanya mencatatkan 15 penampilan.

Cuadrado hanya mampu bertahan selama enam bulan saja di Premier League. Dia akhirnya dipinjamkan ke Juventus dalam dua musim terakhir ini.

Pindah ke Everton. Klub asal Kota Liverpool itu musim lalu melabuhan pemain termahal ketiga sepanjang sejarah klub. Dia adalah Oumar Niasse dari Lokomotiv Moscow yang dibeli dengan baderol 17,90 juta euro.


Tetapi, Niasse gagal bersinar selama membela Everton di musim 2015-2016. Tercatat, Niasse hanya bermain 152 menit saja dan lebih banyak duduk di bangku cadangan.

Manajer Ronald Koeman tak memasukan Niasse ke dalam rencananya. Hingga akhirnya, pemain asal Senegal tersebut dipinjamkan ke Hull City sampai akhir musim.

Klub raksasa Liga Premier Inggris, Manchester City juga pernah melakukan blunder. Pada tahun 2015 Man City mendapatkan tangan Wilfried Bony dari Swansea City. Saat itu, tim asal Kota Manchester itu harus menebusnya dengan uang €32,30.

Berharap bisa memberikan ketajaman pada lini depan ManCity, Bony malah tampil mengecewakan. Pemain asal Pantai Gading tersebut lebih sering menghuni bangku cadangan ManCity.

Dia kalah bersaing dengan Kelechi Iheanacho. Tidak masuk dalam rencana manajer Josep Guardiola, Bony akhirnya dilepas ke Stoke City dengan status pinjaman.

Mungkin pembelian terburuk pada bursa transfer musim panas dilakukan oleh Chelsea. Itu terjadi pada bulan Januari 2011. The Blues sangat kepincut mendatangkan bomber yang sedang naik daun dari Liverpool, Fernando Torres.

Akhirnya, pemain asal Spanyol tersebut didatangkan ke Stamford Bridge pada Januari 2011. Tak tanggung-tanggung, Chelsea harus merogoh kocek sangat dalam, yakni €58,5 juta untuk mendapatkan Torres.

Apa yang terjadi. Pemain asal Spanyol itu gagal menunjukkan performa terbaiknya di Stamford Bridge. Walau begitu, Torres bisa menjuarai iala FA, Liga Champions dan Liga Europa selama di Chelsea. Kini, Torres kembali ke klub yang membesarkan namanya, Atletico Madrid.

No Comments

Leave your comment